SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label SEJARAH INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2018

soal

1. alat penetak atau chopper adalah benda bukti peninggalan pada masa pra aksara ….
a. megalithikum
b. mesolithikum
c. paleolithikum
Iklan (Tutup KI!k 2x)
d. neolithikum

2. Nama lain zaman mesolithikum yaitu ….
a. zaman batu besar
b. zaman batu tengah
c. zaman batu tua
d. zaman batu muda

3. Nama lain zaman megalithikum yaitu ….
a. zaman batu besar
b. zaman batu tengah
c. zaman batu tua
d. zaman batu muda

4. Perhatikan peninggalan zaman pra aksara berikut ini!
1) kapak lonjong
2) kapak persegi
3) kapak sumatra
4) kapak genggam
Peninggalan zaman batu muda ditunjukkan oleh nomor ….
a. (1) dan (4)
b. (1) dan (3)
c. (1) dan (2)
d. (2) dan (4)

5. Di daerah Ngandong, ditemukan alat alat yang berasal dari tulang yang merupakan peninggalan zaman palileolithikum. Fungsi alat dari tulang tersebut yaitu sebagai ….
a. simbol kekayaan
b. alat tusuk atau belati
c. perhiasan
d. media pemujaan

6. Kebudayaan palaeolithikum di Indonesia berdasarkan berbagai temuan fosil dan artefak disebut dengan kebudayaan ….
a. Leang-leang Sulawesi Selatan
b. Ngandong dan Pacitan
c. Pantai Timur Sumatra
d. Pantai timur Flores

7. Kemampuan manusia pra aksara dalam membuat pakaian dari kulit kayu dan bahan tekstil yang lebih halus ditunjukkan yaitu pada zaman ….
a. food gathering
b. mesolithikum
c. paleolithikum
d. neolithikum

8. Perhatikan peninggalan zaman pra aksara di bawah ini!
(1) candrasa
(2) menhir
(3) dolmen
(4) sarkofagus
(5) hache courte
Peninggalan zaman megalithikum yaitu nomor ….
a. (1), (3), dan (5)
b. (3), (4), dan (5)
c. (1), (2), dan (3)
d. (2), (3), dan (5)

9. Kjokkenmoddinger merupakan salah satu peninggalan mesolithikum yang artinya ….
a. sampah dapur, berupa gundukan kerang dan kulit siput yang sudah dibuang
b. peninggalan yang berupa batu manik­manik untuk perhiasan
c. gua pada ceruk-ceruk di batu karang yang dimanfaatkan sebagai tempat tinggal
d. alat dari batu yang sudah diperhalus dengan cara diasah

10. Sarkofagus adalah peninggalan zaman pra aksara yang artinya adalah ….
a. bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
b. meja batu tempat menempatkan berbagai sesa­jian
c. tiang atau tugu batu sebagai benda pemujaan
d. keranda atau pati mati berpenutup

11. Pengertian yang tepat untuk istilah zaman pra aksara yaitu ….
a. zaman ketika manusia sudah mengenal alat dari logam
b. zaman sebelum mengenal tulisan
c. zaman ketika manusia sudah mengenal alat dari batu
d. zaman sesudah mengenal tulisan

12. Kalimat di bawah ini yang menunjukkan penemuan artefak adalah ….
a. Koenigswald menemukan sisa-sisa Meganthropus Palaeojavanicus
b. ditemukan Homo Wajakensis di daerah Wajak
c. ditemukan Homo Soloensis di daerah Solo
d. ditemukan pebble di daerah pantai Timur Sumatera

13. Urutan yang tepat untuk pembagian zaman batu yaitu ….
a. mesolithikum, neolithikum, paleolithikum
b. palaeolithikum, neolithikum, mesolithikum
c. palaeolithikum, mesolithikum, neolithikum
d. mesolithikum, palaeolithikum, neolithikum

14. Urutan yang tepat untuk pembagian zaman logam yaitu ….
a. tembaga, besi, perunggu
b. tembaga, perunggu, besi
c. besi, tembaga, perunggu
d. besi, perunggu, tembaga

15. Di daerah Trinil, Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh ….
a. Eugene Dubois
b. Ter Haar
c. Von Koenigswald
d. Selenka

16. Pithecanthropus Erectus merupakan salah satu manusia purba yang artinya ….
a. manusia setengah kera yang berjalan bungkuk
b. manusia kera dari Pulau Jawa
c. manusia besar dari Pulau Jawa
d. manusia kera yang berjalan tegak

17. Kecerdasan suatu spesies dapat dilihat salah satunya dengan melihat volume otaknya. Volume otak manusia purba Pithecanthropus Erectus sekitar ….
a. 1200 cc
b. 900 cc
c. 500 cc
d. 600 cc

18. Von Koenigswald menemukan fosil Meganthropus Palaeojavanicus di daerah ….
a. Trinil
b. Solo
c. Wajak
d. Sangiran

19. Jenis Fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia yaitu ….
a. neanderthalensis
b. pithecanthropus
c. homo
d. meganthropus

20. Pithecanthropus mempunyai ciri-ciri fisik yaitu ….
a. geraham kecil, tinggi di bawah 150 cm, dagu belum ada
b. geraham kecil, tinggi sekitar 165-180 cm, dagu belum ada
c. geraham besar, tinggi sekitar 165-180 cm, dagu belum ada
d. geraham besar, tinggi di bawah 150 cm, dagu sudah ada

21. Abris sousroche adalah….
a. sampah dapur, berupa gundukan kerang dan kulit siput yang dibuang.
b. peninggalan berupa batu manik­manik untuk perhiasan
c. gua pada ceruk-ceruk di batu karang yang dimanfaatkan sebagai tempat tinggal
d. alat dari batu yang sudah diperhalus dengan cara diasah

22. Cara menggunakan alat chopper yaitu ….
a. sebagai manik-manik kalung atau gelang
b. sebagai mata panah yang tajam
c. digenggam di dalam tangan
d. diberi tangkai dari kayu

23. Dolmen merupakan salah satu peninggalan zaman pra aksara, yaitu ….
a. bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat
b. meja batu yang digunakan untuk menempatkan sesajian
c. tugu atau tiang batu sebagai benda pemujaan
d. keranda atau pati mati berpenutup

24. Menhir merupakan salah satu peninggalan zaman pra aksara, yaitu ….
a. bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat
b. meja batu yang digunakan untuk menempatkan sesajian tiang atau tugu batu sebagai benda pemujaan
c. peti mati atau keranda berpenutup

25. Di bawah ini yang bukan merupakan kalimat yang tepat untuk istilah Dongson yaitu….
a. pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara
b. tempat penemuan pertama benda-benda dari perunggu
c. sebuah tempat di daerah Tonkin
d. tempat penemuan benda logam moko

26. Food gathering merupakan corak kehidupan manusia pra aksara yang artinya ….
a. masa mempunyai berbagai teknik keterampilan
b. masa berburu dan mempunyai tempat tinggal menetap
c. masa berburu dan mengumpulkan makanan
d. masa bercocok tanam dan beternak

27. Food producing adalah corak kehidupan manusia pra aksara yang artinya ….
a. masa mempunyai berbagai teknik keterampilan
b. masa bertempat tinggal menetap dan berburu
c. masa berburu dan mengumpulkan makanan
d. masa betemak dan bercocok tanam

28. Manusia purba membuat berbagai peninggalan megalithikum sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut, yaitu ….
a. politheisme
b. atheisme
c. animisme
d. monotheisme

29. Bertempat tinggal secara berkelompok di sebuah perkampungan memperlihatkan corak kehidupan ….
a. Nomaden
b. sedenter
c. survive
d. agraris

30. Salah satu teknik membuat perkakas dari logam di zaman pra aksara adalah ….
a. cire perdue
b. hache courte
c. abris sous roche
d. lakes
Share:

mengetahui peninggalan zaman purba

Zaman Megalitikum (mega berarti besar dan lithikum atau lithos berarti batu) disebut juga zaman batu besar. Hasil budayanya berupa bangunan-bangunan besar yang berfungsi sebagai sarana pemujaan kepada roh nenek moyang.
Kebudayaan ini berlangsung hingga zaman logam, bahkan sampai saat ini kita masih dapat menjumpai di berbagai daerah di indonesia sebagai sisa-sisa tradisi budaya Megalitikum. Adapun hasil budaya Megalitikum ini meliputi: menhir, batu berundak, dolmen, kubur batu, sarkofagus, waruga, serta berbagai jenis arca berukuran besar.

1. Menhir

Menhir adalahMenhir adalah tugu atau batu yang tegak, yang sengaja di tempatkan di suatu tempat untuk memperingati orang yang sudah meninggal. Batu tegak ini berupa media penghormatan dan sekaligus lambang bagi orang-orang yang sudah meninggal tersebut. Menhir adalah batu yang serupa dengan dolmen dan cromlech, merupakan batuan dari periode Neolitikum yang umum ditemukan di Perancis, Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia. Batu-batu ini dinamakan juga megalith (batu besar) dikarenakan ukurannya. Mega dalam bahasa Yunani artinya besar dan lith berarti batu. Para arkeolog mempercayai bahwa situs ini digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang.

2. Punden berundak

Punden berundak adalahPunden berundak merupakan bangunan yang di susun secara bertingkat-tingkat yang di maksudkan untuk melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang, bangunan ini kemudian menjadi konsep dasar bangunan candi pada masa hindu-buddha. Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Persebarannya tercatat di kawasan Nusantara sampai Polinesia, meskipun di kawasan Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang dikenal sebagai marae oleh orang Maori. Masuknya agama-agama dari luar sempat melunturkan praktik pembuatan punden berundak pada beberapa tempat di Nusantara, tetapi terdapat petunjuk adanya adopsi unsur asli ini pada bangunan-bangunan dari periode sejarah berikutnya, seperti terlihat pada Candi Borobudur, Candi Ceto, dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

3. Kubur batu

Bentuknya mirip seperti bangunan kuburan seperti yang dapat kita lihat saat ini, umumnya tersusun dari batu yang terdiri dari dua sisi panjang dan dua sisi lebar. Sebagian besar kubur batu yang di temukan terletak membujur dari arah timur ke barat.
Pada masa prasejarah ketika kebudayaan Megalitikum berkembang bahwa kubur batu merupakan salah satu dari jenis peninggalan batu-batu besar (megalit). Sedangkan sesuai dengan namanya fungsi dari kubur batu sendiri sebagai tempat penguburan (stonecists) bagi orang-orang yang dihormati di lingkungan masyarakat yang hidup pada masa megalit. Kubur batu ini sudah dilakukan pengamanan dengan cara diberi pagar keliling yang terbuat dari kayu dengan ukuran panjang 5,50 meter dan lebar 5 meter. Sedang bagian atas di beri cungkup seng dengan tiang penyangga dari kayu dan pondasi semen.

4. Sarkofagus

Sarkofagus adalahSejenis kubur batu tetapi memiliki tutup di atasnya, biasanya antara wadah dan tutup berukuran sama. Pada dinding muka sarkofagus biasanya diberi ukiran manusia atau binatang yang dianggap memiliki kekuatan magis.
Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah. Di Mesir kuno, sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster

5. Dolmen

Dolmen adalahDolmen merupakan bangunan megalithik yang memiliki banyak bentuk dan fungsi, sebagai pelinggih roh atau tempat sesaji pada saat upacara. Dolmen biasanya di letakan di tempat-tempat yang dianggap keramat, atau di tempat pelaksanaan upacara yang ada hubungannya dengan pemujaan kepada roh leluhur.
Dolmen adalah sebuah meja yang terbuat dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu. Hal ini menunjukan kalau masyarakat pada masa itu meyakini akan adanya sebuah hubungan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup, mereka percaya bahwa apabila terjadi hubungan yang baik akan menghasilkan keharmonisan dan keselarasan bagi kedua belah pihak.

6. Arca batu

Arca adalahArca batu banyak di temukan di beberapa tempat di wilayah indonesia, diantaranya pasemah, Sumatra Selatan dan Sulawesi Tenggara. Bentuknya dapat menyerupai binatang atau manusia dengan ciri Negrito. Di Pasemah ditemukan arca yang dinamakan Batu Gajah, yaitu sebongkah batu besar berbentuk bulat diatasnya terdapat pahatan wajah manusia yang mungkin merupakan perwujudan dari nenek moyang yang menjadi objek pemujaan.
Dalam agama Hindu, arca adalah sama dengan Murti (Dewanagari: मूर्ति), atau murthi, yang merujuk kepada citra yang menggambarkan Roh atau Jiwa Ketuhanan (murta). Berarti “penubuhan”, murti adalah perwujudan aspek ketuhanan (dewa-dewi), biasanya terbuat dari batu, kayu, atau logam, yang berfungsi sebagai sarana dan sasaran konsentrasi kepada Tuhan dalam pemujaan. Waruga adalahMenurut kepercayaan Hindu, murti pantas dipuja sebagai fokus pemujaan kepada Tuhan setelah roh suci dipanggil dan bersemayam didalamnya dengan tujuan memberikan persembahan atau sesaji. Perwujudan dewa atau dewi, baik sikap tubuh, atribut, atau proporsinya harus mengacu kepada tradisi keagamaan yang bersangkutan.

7. Waruga

Waruga adalah kubur batu yang tidak memiliki tutup, waruga banyak ditemukan di situs Gilimanuk, Bali.
Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang.
Share:

Rabu, 14 November 2018

konsep diakronik

Ciri - ciri  Diakronis :
  1. Mengkaji dengan berlalunya masa;
  2. Menitik beratkan pengkajian pristiwa pada sejarahnya
  3. Bersifat historis atau komparatif;
  4. Bersifat vertikal;
  5. Terdapat konsep perbandingan
  6. Cakupan kajian lebih luas
Contoh cara berpikir Diakronis :

1. Kronologi Pertempuran Ambarawa (20 Oktober – 15 Desember 1945)
  • Tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945.
  • Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah terjadi tembak-menembak antara para pejuang kemerdekaan dengan pasukan Sekutu.
  • Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar pada tanggal 11 Desember 1945.
  • Serangan mulai dilancarkan pada tanggal 12 Desember 1945 pukul 4.30 pagi.
  • Pertempuran berakhir pada tanggal 15 Desember 1945 dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa. Sekutu dibuat mundur ke Semarang.

2. Kronologi Pertempuran Surabaya (27 Oktober – 20 November 1945)
  • Tentara Inggris bersama NICA mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945.
  • Setelah insiden perobekan bagian biru bendera Belanda, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris.
  • Gencatan senjata antara pihak Indonesia dengan pihak tentara Inggris ditandatangani pada tanggal 29 Oktober 1945.
  • Setelah gencatan senjata, bentrokan-bentrokan tetap saja terjadi sampai berpuncak pada terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada tanggal 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30.
  • Pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum pada 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan.
  • Ultimatum itu tidak dihiraukan. Pada tanggal 10 November 1945 pagi tentara Inggris melancarkan serangan besar-besaran.
Share:

zaman praaksara

Masa Praaksara atau prasejarah merupakan kurun waktu (zaman) pada saat manusia belum menganal tulisan atau huruf. Praaksara disebut juga zaman nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan.

Setelah manusia mengenal tulisan maka disebut zaman sejarah. Berakhirnya zaman prasejarah setiap bangsa berbedabeda berdasarkan perkembangan setiap bangsa tersebut serta informasi yang masuk ke bangsa itu.

Misalnya bangsa Mesir Kuno meninggalkan zaman praaksara sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria dan Dravida meninggalkan zaman praaksara sekitar 3000 SM, sedangkan bangsa Indonesia meninggalkan zaman praaksara 400 M.


Sumber utama zaman pra sejarah adalah benda berupa fosil dan artefak.

*Fosil adalah sisa makhluk hidup baik berupa binatang, tumbuhan maupun manusia yang telah membatu.
*Artefak adalah alat-alat yang dipergunakan manusia purba.
*Manusia purba adalah manusia yang hidup pada zaman pra sejarah.


Pembagian  Masa Pra Aksara Berdasarkan Geologi


Geologi atau ilmu bumi yaitu ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.

Zaman Masa Pra Aksara / Pra Sejarah Kelas 7


Berdasarkan hal ini, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman- zaman tersebut sekaligus merupakan pembabakan prasejarah yang terdiri dari:

  1. Zaman Arkeozoikum. Merupakan zaman tertua, berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Pada masa itu bumi dalam proses pembentukan, permukaan bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat makluk hidup yang tinggal di bumi.
  2. Zaman Paleozoikum Disebut juga sebagai zaman primer, berlangsung kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan terjadinya penurunan suhu yang amat derastis di bumi, bumi mendingin. Pada masa ini lah makluk hidup pertamakali diperkirakan muncul, yaitu makluk bersel satu dan tidak bertulang belakang seperti bakteri, serta sejenis amfibi.
  3. Zaman Mesozoikum Disebut juga sebagai zaman sekunder, berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan munculnya hewan-hewan reptile besar (dinosaurus) olah karena itu jaman ini disebut juga zaman reptile.
  4. Zaman Neozoikum Zaman Neozoikum berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Kahidupan di zaman ini mulai stabil, berkembang dan beragam.

    Zaman ini di bagi menjadi beberapa:
    a. Zaman Tersier, ditandai dengan mulai berkurangnya hewan-hewan besar. Telah memeiliki berbagai jenis binatang menyusui, diantaranya kera dan monyet.

    b. Zaman Sekunder, ditandai dengan munculnya tenda-tanda kehidupan manusia purba.

    Zaman ini dibagi kembali menjadi 2 jaman yaitu:
    1) Zaman Pleistosen/dilivium (zaman es/glasial), masa ini ditandai mulai mencairnya es di kutub utara karena perubahan iklim. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada masa inilah kehidupan manusia mulai ada. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. 

    2) Zaman Holosen/alluvium, masa ini ditandai dengan munculnya hamo sapiens, merupakan nenek moyang manusia modern saat ini. Masa ini berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Jenis-Jenis Manusia Purba pada Masa Pra Aksara


Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia. 


Dari hasil penelitian dan penemuan fosil, oleh para ahli purbakala manusia purba banyak di temukan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Manusia purba pada masa lampu telah tinggal di beberapa daerah di Pulau Jawa diantaranya di Lembah Bengawan Solo (Jawa Tengah) dan di Lembah Sungai Brantas (Jawa Timur). Dia daerah daerah tersebut di atas banyak di temukan fosil manusia purba. Di Indonesia terdapat beberapa jenis manusia purba diantaranya Meganthropus paleojavanicus, Pithacanthropus erectus, dan Homo (manusia purba modern).
  1. Meganthropus paleojavanicus. Meganthropus paleojavanicus artinya manusia purba yang besar dan tertua di Jawa. Manusia purba ini memiliki ciri tubuh yang kekar, diperkirakan sebagai manusia purba yang paling tua diantara manusia purba yang lain. Fosil manusia purba meganthropus paleojavanicus ditemukan dan diteliti oleh Dr. G.H.R. von Koenigswaldpada tahun 1936 dan 1941. Pertama kali fosil makhluk ini ditemukan di  Sangiran, daerah lembah Bengawan Solo, dekat Surakarta. Dari yang dapat dilihat ukuran fosil itu,meganthropus paleojavanicus berbadan besar dengan rahang besar, kening menonjol, dan tulang tebal. Dari keadaan itu, maka makhluk Sangiran tersebut dinamakan Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar, anthropos = manusia, paleo = purba, javanicus = manusia jawa). Meganthropus hidup sekitar 2 juta tahun sebelum masehi dan hidup dengan makan tumbuh-tumbuhan. Makhluk tersebut termasuk jenis Homo Hobilis. 
  2. Pithacanthropus erectus. Pithacanthropus erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri berbadan tegak, dan memiliki tinggi banadan antara 165-180 cm. Pithacanthropus erectus merupakan manusia purba yang paling banyak di temukan di Indonesia diantaranya di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Pertama kali di temukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Sungai Bengawan Solo, Surakarta, tahun 1891.
  3. Homo. Homo berarti manusia. Manusia purba jenis ini memiliki ciri yang lebih sempurna di bandingkan dengan Meganthropus paleojavanicus dan Pithecantropus erectus. Beberapa jenis homo yang di temukan di Indonesia antara lain. 
  • Homo Soloensis, artinya manusia dari Solo. Ditemukan pada tahun 1931-1934, olah Ter Haar dan Ir. Oppenorth di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo. Ciri-ciri Homo Soloensi yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 180 cm, tengkoraknya lebih besar dari Pithacantropus erectus. 
  • Homo Wajakensis, artinya manusia dari Wajak. Ditemukan pada tahun 1889, olah Van Reitschoten di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Ciri-ciri Homo Soloensi yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 130-210 cm, tengkoraknya lebih bulat muka tidak terlalu menjorok ke depan, dan telah memiliki kemampuan membuat peralatan dari batu, tulang dan kayu. 
  • Homo Sapiens, artinya manusia cerdas. Merupakan generasi terakhir dari manusia purba. Homo sapiens hidup di Zaman Holosen sekitar 4000 tahun yang lalu. Memiliki ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.

Jenis Manusia Purba Yang Ditemukan Di Luar Negeri


Beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di luar negeri antara lain :


1.     Australoithecus Africanus
Ditemukan oLeh Raymond Dart di Tauung dekat Afsel.
2.    Homo Rodhesiennsis
Ditemukan Raymon dan Robert Broom di Broken Hill Rodhesia.
3.    Sinanthropus Pekinnensis
Ditemukan Davidson Black di Gua Chokoutien dekat Beijing. Hampir sama dengan Pithecanthropus Erectus.
4.    Homo Netherlanthalensis
Ditemukan Rudolf Virchow di lembah sungai Neander dekat JERMAN 1856.
5.    Homo Cro-Magnin
Fosil ditemukan di Gua Cro Magnon barat daya Prancis.

Periode masa Pra Aksara Berdasarkan Hasil Budaya

1.     Zaman Batu
a.     Zaman Batu Tua (Paleolithicum)
Peralatannya terbuat dari batu yang masih kasar
Alat yang digunakan terbuat dari tulang dan alat serpih
Manusianya Pithecanthropus Erectus masih hidup secara nomaden
Hidup dengan berburu dan meramu.
Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
   Pacitan     = menurut Von Koenigswald pada th. 1935 menemukan alat-alat
batu berupa kapak genggam. Alat Pacitan disebut dengan chopper (alat penetak)
    Ngandong  = alat yang terbuat dari tulang atau tanduk binatang
b.    Zaman Batu Madya (Mesolithicum)
- Peralatan dibuat dari batu yang mulai dihaluskan
Alatnya berupa kapak Sumatera
- Bertempat tinggal di gua semi nomaden
- Sudah mengenal seni  = lukisan hewan dan cap tangan berwarna merah)
Sudah mengenal kepercayaan 
Sudah mengenal bercocok tanam dan berladang
Hasil budaya berupa Kjokkenmodinger (tumpukan kerang) dan Abrissous roche (cap tangan)
c.     Zaman Batu Muda (Neolithicum)
Peralatan dibuat dari batu yang sudah di haluskan
Alat yang digunakan kapak lonjong dan persegi
Manusianya jenis Homo dan hidup sudah menetap dan berkelompok
Mengenal bercocok tanam, bersawah, dan berladang.
Menganut kepercayaan animisme dan dinamisme

Hasil budaya berupa kapak lonjong dan persegi.
d.    Zaman Batu Besar (Megalithicum)
Batu yang digunakan berukuran besar
Peninggalannya berdasarkan kepercayaan yaitu:
*     Menhir                        : kaki meja
*     Dolmen                        : meja dari batu
*     Waruga                       : peti kubur kubus (bongkar pasang)
*     Sarkofagus                : peti kubur lesung
*     Punden Berundak      : untuk melakukan upacara
*     Arca 
2.    Zaman Logam
a.     Zaman Perunggu
*       Teknik pembuatan barang-barang dari perunggu ada 2 yaitu:
*     Teknik a cire perdue  = teknik cetak hilang
*     Teknik bivalve           = teknik cetak ulang
*       Adapun barang peninggalannya yaitu:
*      Nekara
*      Moko
*      Kapak corong
*      Arca
b.    Zaman Besi
*       Peninggalannya berupa
*    Mata panah
*    Mata tombak
     

    Periodesasi Masa Pra-Aksara Berdasar Corak Kehidupan

1.     Mas Berburu Mengumpulkan Makanan tingkat sederhana
a.     Kegiatan pokok berburu dan mengumpulkan makanan
b.    Alat yang digunakan batu, kayu,dan tulang. Seperti kapak perimbas untuk menguliti kulit binatang
c.     Masih terganntung alam sekitar biasanya tinggal di tepi sungai dan masih nomaden
d.    Manusianya Pithecanthropus
e.     Pada masa Paleolithicum
2.    Masa Berburu Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut
a.     Alat yang digunakan memasuki tradisi serpih biah alat-alatnya yaitu alat dari tulang dan kapak genggam
b.    Manusianya Pithecanthropus hidup dengan nomaden secara berkelompok
c.     Biasa hidup di gua
d.    Termasuk dalam masa Mesolithicum

3.    Masa Bercocok Tanam
a.     Sudah membentuk perkampungan kecil
b.    Manusianya berjenis Homo  soloensis dan wajakensis sudah mengenal berladang tetapi tidak menetap
c.     Alat-alatnya berasal dari batu yang sudah di haluskan dan sudah mengenal gerabah, seperti kapak lonjong untuk mencangkul dan beliung persegi untuk mencangkul dan menebang kayu
d.    Mengenal sistem kepercayaan
e.     Termasuk masa Neolithicum
4.    Masa Perundagian / Masa Pertukangan
a.     Menyempurnakan pertanian dan peternakan dari masa bercocok tanam
b.    Membuat perkampungan yang lebih besar dan sudah menetap (sedenter)
c.     Manusianya berjenis Homo Sapiensis yang
d.    Alat-alatnya dari logam seperti Moko
e.     Solidaritasnya tinggi yang merupakan warisan nenek moyang.

Sistem Kepercayaan Manusia Purba

Pada Masa Praaksara Seiring dengan perkembangan kemampuan berfikir, manusia purba mulai mengenal kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya. Untuk menjalankan kepercayaan yang diyakininya manusia purba malakukan berbagai upacara dan ritual. Sistem akepercayaan yang di anut manusia pada masa prakasara atau masa prasejarah antara lain animisme, dinamisme, totemisme, dan shamanisme.
a. Animisme, adalah percaya pada roh nenek moyang maupun roh-roh lain yang mempengaruhi kehidupan mereka. Upaya yang dilakukan agar roh-roh tersebut tidak mengganggu adalah dengan memberikan sesaji. 

b. Dinamisme, adalah percaya pada kekuatan alam dan benda-benda yang memiliki gaib. Manusia purba melakukanya dengan menyembah batu atau pohon besar, gunung, laut, gua, keris, azimat, dan patung. 

c. Totemisme, adalah percaya pada binatang yang dinganggap suci dan memiliki kekuatan. Dalam melakukan upacara ritual pemujaan manusia purba membutuhkan sarana, dengan membangun bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran yang besar. Masa ini di sebut sebagai kebudayaan Megalitikum (kebudayaan batu besar).

Berakhirnya Masa Praaksara di Indonesia

Berakhirnya masa praaksara tiap-tiap bangsa tidak bersamaan. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan tingkat peradaban dari bangsa-bangsa yang bersangkutan. Bangsa Sumeria misalnya, telah mengenal tulisan sejak 4000 SM. Bangsa Sumeria menggunakan simbol-simbol sebagai huruf yang disebut piktograf. Sedangkan, Bangsa Mesir Kuno mengenal tulisan sejak 3000 SM. Tulisan Bangsa Mesir Kuno hampir sama dengan tulisan Bangsa Sumeria. Hanya perbedaannya, huruf Bangsa Mesir Kuno menggunakan simbol-simbol seperti perkakas, hewan, atau alat transportasi tertentu. Huruf ini disebut hieroglif.





Indonesia mengakhiri masa praaksara pada awal abad ke-5 Masehi. Para pedagang India datang pada saat itu dan membawa kebudayaan dari India berupa seni arsitektur bangunan, sistem pemerintahan, seni sastra dan tulisan. Tulisan tertua di Indonesia terdapat di Batu Yupa, Kutai, Kalimantan Timur. Tulisan tersebut menggunakan huruf Pallawa. 
Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia
Sejak berakhirnya masa praaksara, muncullah masa aksara (masa sejarah). Di Indonesia, sudah mengalami kemajuan. Sistem pemerintahan kerajaan mulai berkembang, agama Hindu-Buddha mulai berkembang. Kegiatan perdagangan dan pelayaran pun semakin maju.
Share:

hari ini pukul

Informasi

TETAP SEMANGAT UNTUK HARI ESOK

jadwal sholat


jadwal-sholat

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Blogger templates